" Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka." (QS. Ali Imran: 190-191)
Dulu, sangat kagum pada manusia yang cerdas, kaya dan yang sukses dalam karir, hebat dalam dunianya.
Sekarang, lebih baik memilih kriteria kekaguman, lebih baik kagum dengan manusia yang hebat di mata Alloh, meskipun penampilannya biasa saja,
Dulu, lebih memilih marah ketika merasa harga diri di jatuhkan oleh orang lain yang kasar dan meyakiti dengan kata kata atau kalimat sindiran, lebih memilih melepaskan amarah dengan kesenangan dunia sesaat yang bisa menjerumuskan kedalam maksiat, menghabiskan uang ke arah yang tidak bermanfaat,
Sekarang, lebih memilih untuk banyak bersabar dan memaafkan sebab yakin ada hikmah lain yang datang dari mereka ketika memaafkan dan bersabar,
" Jadilah engkau pemaaf) mudah memaafkan di dalam menghadapi perlakuan orang-orang, dan jangan membalas (dan suruhlah orang mengerjakan makruf) perkara kebaikan (serta berpalinglah daripada orang-orang yang bodoh) janganlah engkau melayani kebodohan mereka.( Al A'Raaf 199)
Sekarang, lebih baik memilih untuk berusaha selalu bersyukur dan terus bersyukur dengan apa yang ada dan memikirkan bagaimana bisa mengisi waktu hari ini dan setiap waktu dengan apa yang bisa di lakukan atau di perbuat yang bermanfaat untuk agama dan sesama.
Dulu, selalu berpikir jika akan bisa membahagiakan orang tua, saudara dan orang lain jika berhasil dengan dunia,
ternyata, yang bisa membuat mereka bahagia bukan itu, melainkan ucapan, sikap tingkah dan sapaan kepada mereka.
Sekarang, lebih memilih untuk selalu berusaha membuat mereka bahagia dengan apa yang ada, karena yang bermanfaalah yang selalu di harapkan di tengah tengah mereka, Khairun maas 'anfa'um lin naas - Sebaik baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk manusia lain,
- Tak ada yang menjamin bahwa kita dapat menikmati teriknya matahari esok,
- Tak ada yang bisa memberikan jaminan jika besok kita masih bisa bernapas,

